Pada Bab 12 kita mengamati simfoni seperti yang ditunjukkan oleh Simfoni no. 88 di G karya Haydn dan movement pertama dari Simfoni 40 di G minor karya Mozart. Pada bab ini kita mengamati genre-genre utama lainnya dari musik pada era Klasik Wina: sonata, konserto Klasik, kuartet gesek, dan opera buffa, nama untuk opera comic Italia pada saat itu.
Akan menjadi tidak praktis untuk membahas secara panjang lebar tiap genre ini sebagaimana kita telah membahas simfoni, juga akan menjadi tumpang tindih, karena banyak ciri-ciri simfoni diduplikasi dalam genre-genre lainnya ini. Tentu saja, untuk musik instrumental Klasik, simfoni dapat dipakai sebagai prototipenya.
Pada halaman-halaman berikut kita memilih sebuah sonata, sebuah konserto, dan sebuah kuartet gesek lalu membahas sebuah movement tunggal pada masing-masing genre (memakai rekaman dan bagan analisa pendengaran, seperti biasa). Pembahasannya akan menekankan kekhasan tertentu – yakni, ciri khas yang membedakan musik tersebut dari simfoni. Sebagai tambahan, penjelasan singkat mengenai movement-movement lainnya disajikan, bagi mereka yang ingin mempelajari karya seutuhnya sebagai proyek tambahan. Dalam hal opera buffa, dua adegan akan mewakili keseluruhan karya.
1. Sonata
Istilah sonata mempunyai berbagai arti. Kita telah mengenal bentuk kata sifatnya dalam istilah “bentuk sonata”, yaitu skema yang dipakai dalam movement-movement pertama dari overtur, simfoni, kuartet, dan juga sonata-sonata Klasik. Sebagai kata benda, sonata berarti suatu lagu untuk sedikit atau satu alat musik. Dan sebagaimana dalam periode Barok terdapat trio sonata dan solo sonata – biasanya solo ditambah kontinuo – pada periode Klasik istilah tersebut dibatasi bagi komposisi untuk satu atau dua alat musik saja.
Sonata tidak dirancang untuk konser, juga masih jarang pada saat itu, namun untuk penampilan pribadi, seringkali oleh para amatir. Simfoni merupakan genre publik, sonata genre domestik. Karena tujuan kehidupan sosialnya, beberapa (tidak semua!) sonata mudah dimainkan dan mungkin terbatas ekspresinya.
Sonata dikatakan oleh seorang kritikus Jerman ditujukan oleh para penulis mula-mulanya untuk menunjukkan dalam movement pertama apa yang dapat mereka lakukan, dalam movement kedua apa yang dapat mereka rasakan, dan dalam movement terakhir betapa girangnya mereka karena telah menyelesaikan. (Philadelphia musician, P. H. Goepp, 1897)
Sonata piano diciptakan untuk solo piano, yang merupakan alat musik favorit pada saat itu, dan sonata biola diciptakan untuk biola dan piano. Dalam sonata Klasik dengan biola atau (lebih jarang) alat musik lainnya, piano bukan hanya merupakan pengiring namun partner yang setara; piano dapat menonjolkan dirinya dalam kombinasi yang tidak dapat dilakukan harpsichord.
Bandingkan bagan movement sonata di bawah ini dengan prototipe simfoni. Namun perhatikan pula bahwa sonata-sonata tidak lebih seragam daripada simfoni, konserto, atau kuartet. Dalam sonata-sonata Mozart, misalnya, hanya 65 persen mengikuti bagan tersebut, dan memakai banyak kekecualian. Namun, tidak ada di antaranya yang memiliki lebih dari tiga movement, dan movement-movement tersebut hampir selalu lebih pendek daripada sebuah simfoni.
Movement-movement Sonata
Movement Pembuka
tempo : cepat/sedang
bentuk : bentuk sonata
Movement Lambat
tempo : lambat/sangat lambat
bentuk : tidak ada bentuk baku (kadang-kadang bentuk sonata, bentuk variasi,
rondo)
Movement Penutup
tempo : cepat/sangat cepat
bentuk : seringkali rondo
WOLFGANG AMADEUS MOZART (1756-1791)
Sonata Piano dalam B mol, K. 570 (1787)
Sonata ini mencerminkan Mozart dalam perasaan yang ceria – perasaan yang lebih sering baginya daripada beberapa kegelisahan yang menyakitkan yang kita ingat dari Simfoni no. 40. Movement pertama ini, sebuah karya yang bersemangat, dalam modus mayor, memakai bentuk sonata. Movement kedua memakai bentuk rondo yang sederhana, dan ketiga memakai bentuk yang tidak teratur dan diringkas, mirip seperti rondo.
Movement pertama (Allegro) Sebagaimana lazimnya dengan movement-movement Mozart dalam bentuk sonata, semua artikulasi formal – jembatan, kadens, dan sebagainya – dinyatakan dengan jelas, bahkan nyaris ditonjolkan. Namun, ada satu hal baru. Setelah sebuah jembatan panjang yang secara jelas menyatakan nada dasar kedua, “tema kedua” ternyata merupakan tema pertama yang dimainkan oleh tangan kiri dengan kontrapung yang cepat pada tangan kanan (hal. 193). Seperti biasa, rekapitulasi tetap pada nada dasar tonika, bukannya pindah ke nada dasar baru. Rekapitulasi sangat mirip dengan eksposisinya (lebih dekat daripada movement pertama simfoni yang telah kita dengar). Tidak ada coda.
Movement kedua (Adagio) Mozart menciptakan melodi yang sangat indah dalam movement lambat ini. Episode rondo pertama, B, dalam modus minor, menawarkan aroma kegelisahan yang mungkin mengingatkan kita pada Simfoni G-minor. Codanya melihat secara nostalgia ke C dan f. Bentuk rondonya dapat digambarkan sebagai berikut:
A B transisi A C transisi A Coda
|:a:||:b a:| |:c:||:d c’:| pendek a’ |:e:||:f:| pendek a’
Movement ketiga (Allegretto) Ada pendekatan yang tajam, menyerupai suatu gigitan, pada movement ini; salah satu hal yang menyebabkan hal ini adalah sekelompok sinkopasi yang tajam dalam frasa a dan b dari tune utama, A. (hal. 194). Sinkopasi juga terdengar dalam episode pertama, B, bersamaan dengan not-not yang diulang-ulang pada tangan kiri, yang diangkat oleh Mozart menjadi awal episode kedua, C. Not-not yang diulang-ulang secara sederhana ini, yang pada awalnya berfungsi sebagai iringan rutin, segera dikombinasikan dengan kontrapung yang tajam (dalam frasa f). Beberapa ornamen kecil yang menakjubkan pada A yang terakhir tidak dituliskan pada partitur – mereka diimprovisasi oleh pemain piano.
Codanya secara cerdas mengingatkan kita pada kedua episode, dan tiba di kadensnya dengan sebuah penonjolan kecil dan sebuah trill – namun rupanya ini bukanlah akhirnya: Mozart menambahkan sebuah motif baru agar kesimpulannya menjadi dua kali lebih menarik dan memuaskan.
Bentuk ini mirip dengan rondo sederhana karena struktur dari tune utama dan episode-episodenya: Bandingkan dengan Adagio. Namun tidak ada A di tengah-tengah:
A B transisi C transisi A Coda
a b a cd c’ pendek e f e’ pendek a’