Literatur Musik – Fermata, Cadenza, Lieder, Nyanyian




Mozart

Risty:

1.      Jelaskan mengenai pemakaian fermata dalam musik periode Klasik!

2.      Jelaskan mengenai teknik menyanyikan cadenza dalam musik periode Klasik!

3.      Jelaskan mengenai cara menyanyikan resitatif dalam musik periode Klasik!

 

Feny:

1.      Jelaskan mengenai penyajian lieder periode Klasik!

2.      Jelaskan mengenai penyajian nyanyian ansambel dan paduan suara periode Klasik!

Create a free edublog to get your own comment avatar (and more!)

3 Responses to “Literatur Musik – Fermata, Cadenza, Lieder, Nyanyian”

  1.   STR Says:

    wah… nanti jawabannya dibagi juga ya, pak? :D

  2.   Risti Says:

    1. Fermata
    Pada periode klasik fermata adalah sesuatu yang wajib layaknya sebuah tambahan untuk appogiatura pada ending yang tumpul. Fermata yang jelas biasanya terdapat sebelum tema awal muncul kembali dalam sebuah aria.

    2. Cadenza
    Cadenza memungkikan para penyanyi untuk menyajikan kemampuan mereka menyanyikan hiasan-hiasan seperti trill yang sempurna, interval kromatik, dan lompatan nada yang lebar. Bahkan kadang kala cadenza dinyanyikan hanya dengan satu tarikan nafas. (fiuh..)

    3. Resitatif
    Cara menyanyikan resitatif pada periode Klasik bersifat lebih bebas. Kecepatannya dipengaruhi oleh situasi dramatis, dan bertambah cepat secara otomatis dalam opera buffa (dibandingkan opera seria atau oratorio). Meskipun begitu, tanda istirahat selalu diperhatikan pada opera yang lebih formal seperti opera seria. Penambahan appogiatura adalah sesuatu yang wajib, dan fermata seringkali menjadi isyarat untuk hiasan singkat.

  3.   Feny Antasia Says:

    1. Lieder

    Hingga pertengahan abad 19 menuju akhir abad 19, penyaji lieder adalah amatiran. Beberapa penyanyi opera professional menampilkan lieder kepada publik; dan satu-satunya yang secara rutin menampilkan lieder pada tahun 1820-an adalah Johann Michael Vogl. Vogl menggunakan interpretasi secara bebas dalam menyanyikan lieder, yang biasanya Ia gunakan dalam menyanyikan lagu opera. Yaitu dengan menambahkan ornament, memvariasikan pengulangan dan bahkan memasukkan tanda istirahat untuk efek dramatis.

    2. Nyanyian ansambel dan paduan suara periode klasik

    Dalam ansambel, penyanyi tidak dapat bebas menginterpretasikan lagu yang dinyanyikan. Walaupun solois dalam ansambel akan menambahkan beberapa trill dan appoggiatura. Apabila komposer menginginkan cadenza pada duet, ia akan menuliskannya.
    Di Inggris, tradisi penampilan oratorio ialah dengan menggunakan paduan suara mixed-voiced (dengan beranggotakan wanita dan mungkin beberapa boy sopranos dan contratenor pada alto).
    Tetapi di Austria, paduan suara dalam oratorio semuanya laki-laki, dengan boy sopranos dan boy altos, hingga ditemukannya mixed-voiced Gesellschaft der Musikfeunde di Vienna pada tahun 1814. Penampilan publik Viennese yang pertama, “The Creation” dengan beranggotakan 130 orang pemain orkes dan 70 orang dalam paduan suara, yang berkebalikan dari rata-rata jumlah penyaji zaman sekarang ketika tampil.

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image