Klasik Vs. Barok (Tanggapan thd Harold)
≠ 
Terima kasih atas tanggapan kritisnya. Salut buat Harold yang meluangkan waktu untuk menulis pergumulannya tentang kualitas musik Klasik.
Pada kuliah PPM 2 tanggal 8 Januari, saya sama sekali tidak bermaksud mendiskreditkan musik Era Barok maupun mengunggulkan musik Era Klasik. Tidak sama sekali. Saya hanya menyampaikan betapa berbedanya orang-orang di Era Klasik memandang musik. Namun mungkin penyampaian saya kurang sempurna sehingga muncul persepsi bahwa saya menjelekkan musik Barok.
Begini, saya masih menganggap bahwa musik Barok itu jempolan. Musik-musik Bach itu sangat brilian dan fantastik. Sebaliknya, walaupun musik Era Klasik itu bersifat ringan dan menghibur, namun para komponis tetap serius membuat komposisi mereka. Hal ini bisa kita dengar dari karya-karya tritunggal Klasik: Haydn, Mozart dan Beethoven. Di perkuliahan selanjutnya akan menjadi jelas bahwa musik mereka tidak se-’ringan’ musik-musik pop yang menjamur di masa kini.
Musik Era Barok memang sangat baik. Segalanya ilmiah dan sistematis. Namun setelah kurang lebih 150 tahun (bayangkan…. satu setengah abad!) musik yang matematis, serius, dan ‘berat’, tentunya sudah waktunya untuk berubah ke arah yang LEBIH ‘ringan’, namun tetap berbobot.
Saya sangat setuju kalau Harold mengatakan bahwa kurang tepat untuk mengatakan bahwa musik Klasik lebih ekspresif daripada musik Barok. Ya, keduanya sama-sama ekspresif. Yang berbeda adalah cara menimbulkan ekspresifitas itu. Di Era Barok, ekspresifitas ditonjolkan berdasarkan retorika dan paham bahwa emosi dapat ditimbulkan dengan urutan nada-nada tertentu. Sedangkan di Era Klasik, ekspresifitas dimunculkan terutama dalam variasi ritme, dinamika, dan warna suara.
Terima kasih untuk pemikiran kritisnya. Silakan ditanggapi lagi ya. Kita akan diperkaya dengan berdialog seperti ini.
Bravo Barok! Bravo Klasik!








January 9th, 2008 at 5:23 am
Lha kalo gitu pergantian dari Barok ke Klasik itu apakah semacam siklus gitu, Pak? Orang capek dengan Barok, lalu pindah ke Klasik yang lebih “ringan.” Ntar orang bosan dengan Klasik, lalu pindah lagi ke Barok yang “berat.”
Kalo musik Indonesia yang lagi ngetren sekarang kira-kira masuk yang mana yak?
January 11th, 2008 at 1:10 am
Terima kasih buat penjelasannya mas..
saya sangat menunggu perkuliahan selanjutnya..
Bravo Barok ! Bravo klasik jg !
January 12th, 2008 at 3:10 am
Kelihatannya di dunia musik – bukan hanya musik klasik, lho – terjadi siklus spiral semacam itu.
Orang bosan dengan suatu tren, lalu mengikuti sesuatu yang fresh. Dan yang fresh itu lama-lama menjadi pakem yang membuat orang bosan juga, sehingga terjadi lagi pembaharuan. Begitulah terjadi terus-menerus.
Mungkin ini berkaitan dengan sifat dasar manusia yang tidak pernah puas.
January 29th, 2008 at 5:52 am
Mas..Mau tny donk..
Apakah opera seria hny berlaku pd masa barok saja..?
Krn saya baru tau bhwa Mozart jg mmpyai opera seria yg berjudul “Idomeneo”..
Dan knp opera Mozart yg berjudul “Don Giovanni” termasuk comic opera mas..? Pdhal kan opera itu terlihat sangat gelap..
1 lg mas..kpn ada pemutaran film lg..?
J.S.Bach donk mas…?
hehehe…
January 31st, 2008 at 5:59 pm
Opera seria berjaya di masa Barok karena klop dengan keinginan raja yang ingin disanjung melalui cerita dalam opera.
Di era Klasik, opera seria tidak hilang begitu saja, karena pada saat itu masih banyak kerajaan di Eropa yang memerlukan opera tersebut. Salah satunya, Munich yang menugaskan Mozart membuat satu opera seria, Idomeneo. Ini terjadi pada 1780, pada masa kejayaan karier Mozart. (Pada 1786 kariernya mulai menurun karena Austria berperang melawan Turki -> ide lagu “Turkish March”?).
Mengenai Don Giovanni, memang Mozart sendiri yang mengkategorikannya sebagai opera buffa/opera comic. Namun isinya sendiri sebenarnya lebih merupakan kombinasi antara opera buffa dan opera seria. Topiknya sendiri merupakan gabungan antara humor, drama dan supranatural.
Di akhir semester akan ada pemutaran film musikal yang modern.
Saya belum ketemu film J.S. Bach. Kalau ada, tolong informasikan yah.
Thanks!
February 18th, 2008 at 5:27 am
Mas..knp sih hampir disetiap kaset2 yg berjudul build baby’s brain kebanyakan didominasi oleh karya2nya Mozart..?
Memang ada sih yg menggunakan lagu2nya J.Strauss atau J.S.Bach..tp kok dominannya lagu2nya Mozart ya mas..?
Apa memang sudah pernah ada peneliti yg mengungkapkan bahwa karya2 Mozart lbh cepat bikin pintar dibandingin karya2nya Handel,Scarlatti,Bach atau Haydn..? Atau krn Mozart mmg dijuluki “anak jenius” mas..makanya karya2nya dia yg sering dipakai..?
Saya pernah melihat dan membaca review film yg berjudul “Copying Beethoven”..setau saya ceritanya mmg mengenai Beethoven sendiri mas..tp saya sendiri blm prnh menontonnya..cuma prnh lht doank..hehe..
Thanx mas…
February 18th, 2008 at 4:25 pm
Fenomena ini namanya Mozart Effect. Katanya perkembangan otak bayi akan lebih maksimal apabila diperdengarkan musik-musiknya Mozart, karena sifat musik Klasik yang seimbang, terkontrol, dan khususnya musik Mozart yang sifatnya kreatif. Selain itu juga karena dia memang “anak jenius”, sehingga dipercaya musik-musiknya bisa membuat yang mendengar jadi tertular jenius juga. Namun belakangan hal ini terlalu dikomersilkan sehingga banyak sekali produk-produk semacam ini yang menjamur, memanfaatkan ketakutan para orang tua yang menganggap bahwa setelah kelahiran, perkembangan otak bayi tidak bisa optimal. Padahal, dari penelitian-penelitian sesudahnya, otak masih berkembang sampai kita mati. Ada satu buku dari Pak Johan Salim (bukan saudara saya, lho) yang judulnya “Matinya Efek Mozart”. Silakan dicari.
Berbicara tentang Beethoven, sosoknya unik sekali. nanti akan kita dalami di kelas.
April 5th, 2008 at 5:04 am
Mas,saya cuma mau tanya darimana sih komponis2 abad ke-20 yang karya2nya kita dengarkan wktu perkuliahan kmrn dpt pengakuan bahwa mereka merupakan komponis2 yang hebat..? Krn bisa saja yg mendengarkan karya2 mereka pasti menganggap mereka asal2an..
1 lg mas…knp diperkuliahan kita Rachmaninoff tdk ada disinggung sama sekali..?
apa dia tdk memeberikan kontribusi yg besar pd abad ke-20 ya mas..?
April 8th, 2008 at 6:36 pm
Please read “What makes a composer great”. Thanks for your precious comments!